KEBERLANJUTAN JANGKA PANJANG

Tujuan APRIL adalah untuk membangun hutan tanaman industri (HTI) berkelanjutan yang dapat memberikan pasokan kayu untuk industri kayunya, menyediakan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat sekitar. APRIL dan para pemasoknya akan melakukan pendekatan bentang alam (landcape approach) untuk konservasi kawasan hutan, lahan gambut dan nilai-nilai lingkungan dan sosial yang penting lainnya.

03 February 2016

A.

Berlaku efektif segera, APRIL dan para pemasoknya hanya akan mengembangkan wilayah yang tidak berhutan, sesuai hasil identifikasi melalui penilaian Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/ HCV) dan penilaian Stok Karbon Tinggi (High Carbon Stock/ HCS).

Nilai Konservasi Tinggi (NKT/HCV)

03 February 2016

NKT merupakan nilai biologis, ekologis, sosial atau kultural atau atribut yang terkait dengan ekosistem yang dikelola secara alami atau tradisional, yang memiliki signifikansi luar biasa atau peranan yang sangat penting secara global, regional atau nasional. Kawasan pengelolaan NKT merupakan areal penting di suatu bentang alam yang perlu dikelola dengan tepat untuk mempertahankan atau meningkatkan satu atau lebih nilai-nilainya. Kawasan yang memiliki atribut-atribut tersebut adalah sebagai berikut:

A. NKT 1: Kawasan yang memiliki konsentrasi nilai keanekaragaman hayati, yang sangat penting secara global, regional atau nasional (misalnya, spesies endemik, spesies hampir punah, refugia).

B. NKT 2: Kawasan dengan tingkat bentang alam yang luas dan signifikan secara global, regional dan nasional, dimana terdapat populasi spesies alami yang cukup dalam pola-pola distribusi dan kelimpahan alami.

C. NKT 3: Kawasan yang berada di dalam atau memiliki ekosistem yang langka, terancam atau hampir punah

D. NKT 4: Kawasan yang menyediakan jasa ekosistem dasar dalam kondisi yang kritis atau dalam situasi yang sangat penting (misalnya, perlindungan daerah aliran sungai, control erosi).

E. NKT 5: Kawasan yang fundamental untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat lokal (misalnya, kebutuhan dasar masyarakat yang masih subsisten, kesehatan, dan lain-lain).

F. NKT 6: Kawasan yang sangat penting bagi identitas budaya tradisional masyarakat lokal (kawasan-kawasan yang memiliki nilai penting secara budaya, ekologi, ekonomi atau agama yang diidentifikasi bersama dengan masyarakat lokal).

03 February 2016

B.

APRIL dan para pemasoknya akan secara aktif melindungi wilayah HCV dan HCS;

03 February 2016

C.

APRIL dan para pemasoknya akan mengikuti pendekatan HCS seperti yang telah ditentukan oleh Panitia Pengarah Pendekatan HCS (HCS Approach Steering Group);

Stok Karbon Tinggi (SKT/HCS)

03 February 2016

Hutan SKT adalah hutan yang telah diidentifikasi dengan menggunakan pendekatan toolkit SKT. Hutan SKT harus diprioritaskan untuk perlindungan.

Sumber: HCS approach toolkit version 1.0 March 2015 

03 February 2016

D.

APRIL dan para pemasoknya akan menggunakan penilai yang berlisensi dari HCV Resource Network (HCVRN). Apabila penilai tersebut tidak tersedia, maka APRIL akan berkonsultasi kepada Komite Penasihat Pemangku Kepentingan (SAC) untuk mendapatkan rekomendasi penilai NKT.

03 February 2016

E.

Untuk mencapai hal-hal yang tercantum di atas, APRIL akan bekerjasama dengan pemangku kepentingan yang relevan (Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM, pemerintah, perusahaan, masyarakat lokal dan ahli konservasi) dalam melindungi dan mengelola hutan di bentang alam dimana APRIL beroperasi.

03 February 2016

F.

APRIL akan mempraktikkan konservasi terintegrasi dan pengelolaan hutan yang mengacu kepada temuan-temuan NKT, SKT, penilaian sosial, dan untuk wilayah gambut, APRIL akan mendapatkan masukan-masukan dari Kelompok Ahli Gambut Indenpenden (Independent Peat Expert Working Group/ IPEWG)

03 February 2016

G.

Mulai tanggal 15 Mei 2015, APRIL dan para pemasoknya menghentikan kegiatan penebangan hutan alam2. Kayu alam yang telah ditebang sebelum tanggal 15 Mei 2015 akan dimanfaatkan sampai akhir Desember 2015.

Menghentikan Kegiatan Deforestasi Hutan Alam dari Rantai Pasokan

03 February 2016

Mulai tanggal 3 Juni 2015, APRIL dan pemasoknya hanya akan mengembangkan areal yang tidak berhutan seperti yang diidentifikasi pada penilaian independen Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi yang telah melalui tinjauan sejawat (peer-review). Sisa kayu alam yang telah dipanen sebelum tanggal 15 Mei 2015 akan dimanfaatkan sampai akhir Desember 2015.

03 February 2016

H.

Sisa kayu yang diambil dari lahan tidak berhutan berdasarkan penilaian NKT dan SKT sebagai lahan semak belukar, akan tetap dimanfaatkan oleh industri pulp APRIL.

03 February 2016

I.

APRIL tidak akan membangun pabrik pulp dan/atau unit produksi pulp yang baru hingga APRIL mencapai kemandirian pemenuhan bahan baku dari HTI.

03 February 2016

J.

APRIL tidak akan mengakuisisi lahan baru, atau surat izin kehutanan lainnya; atau menerima kayu dari lahan pihak ketiga, dimana penjualnya setelah tanggal 3 Juni 2015 diketahui telah membuka lahan di hutan NKT dan SKT atau lahan gambut yang berhutan. Hal ini tidak berlaku terhadap akuisisi lahan atau izin untuk tujuan kegiatan restorasi atau konservasi.